Momen itu terjadi pada menit ke-86. Ricky Kambuaya menguasai bola ketika menyerang. Kambuaya melawan satu pemain belakang Filipina.
Di segi kiri Spasojevic berlari dalam posisi kosong tidak terjaga pemain musuh. Akan tetapi Ricky Kambuaya memilih terus menggiring bola tanpa mengoper ke Spaso.
Bola yang dipegang Kambuaya akhirnya hilang sesudah ‘dicuri’ pemain musuh. Pada dikala itu juga hilang salah satu kesempatan terbaik Indonesia guna menambah gol.
Kegagalan Kambuaya memanfaatkan kesempatan menjadi kekecewaan bagi instruktur Shin Tae Yong. Dalam tayangan ulang Shin Tae Yong menawarkan raut kesal karena pemainnya membuang kesempatan emas.
Situasi yang terjadi pada Kambuaya dan Spasojevic itu mengingatkan publik atas omongan Shin Tae Yong dalam konferensi pers sebelum melawan Filipina.
Saat itu Shin Tae Yong berpesan, untuk menang besar atas Filipina tergantung pada perjuangan dan kemauan pemain Indonesia.
“Untuk mampu mencetak banyak gol, pemain harus melaksanakan pekerjaan secara maksimal di atas lapangan. Tapi terkadang keberuntungan juga ikut berperan. Kami juga mesti menanti hasil antara Thailand melawan Kamboja,” ujar Shin Tae Yong dikutip dari situs resmi AFF.
“Saya memotivasi pemain untuk mencetak gol selama mereka mendapatkan potensi . Tapi di saat yang serupa, para pemain mesti hati-hati bermain di lapangan sintetis, kami mesti fokus dan hati-hati biar tidak cedera,” ucap Shin Tae Yong.